Kebaya Bawean Bikin Kak Ros Cantik Maksimal Di D'Academy Asia

Kebaya Bawean Bikin Kak Ros Cantik Maksimal Di D’Academy Asia

Kebaya Bawean Bikin Kak Ros Cantik Maksimal Di D’Academy Asia

Kebaya Bawean Bikin Kak Ros Cantik Maksimal Di D'Academy Asia

Kak Ros panggilan akrab dari komentator D’Academy Asia 3 yang bernama asli Rosalina Musa tampil begitu cantik dengan memakai kebaya khas masyarakat Bawean dalam program acara dangdut di salah satu stasiun televisi nasional di Indonesia.

Penyanyi dangdut yang berkebangsaan Singapura tersebut ketika itu mengenakan kebaya hitam yang berbapu dengan bawahan kain sarung. Penampilan dari ratu dangdut Singapura yang merupakan keturunan Bawean, Gresik, ini ternyata cukup menyita perhatian para host D’Academy Asia 3 saat itu.

Komentator dalam ajang Dangdut nergengsi D’Academy Asia yang sangat terkenal dengan jargonnya “Beri Tepukan Yang Gemuruh” itu telah menjelaskan secara jelas dan gamblang alasan dirinya menggunakan kebaya khas dari masyarakat Bawean, termasuk pula letak geografis darri Pulau Bawean.

Ketika menjelaskan akses untuk menuju ke Pulau Bawean, Kak Ros mengatakan bahwa perlu waktu hingga tiga jam naik kapal veri dari Gresik sampai ke pulau Bawean.

Host D’Academy Irfan Hakim kemudian melanjutkan menimpali penjelasan Kak Ros mengenai pakaian tradisional dari masyarakat Bawean. Irfan Hakim menjelaskan bahwa Bawean itu khas juga pakaiannya.

Kak Ros menjelaskan lebih lanjut bahwa penduduk yang berada di Pulau Bawean banyak yang tinggal dengan merantau. Dulunya mereka telah pergi merantau ke Batam, Tanjungpinang, Singapura sampai ke Negeri Jiran Malaysia.

Kak Ros kembali menjelaskan maksudnya, orang- orang Bawean merantau. Mereka bekerja dan mendapat uang. Gaji mereka kemudian dikirimkan ke kampung. Jadi kak Ros pun menjelaskan bahwa dirinya masih ada darah Bawean. Kalau ikut ibu, ibu kak Ros sendiri adalah orang Bawean, suami daari Kak Ros juga orang bawean.

Menurut Kak Ros, ternyata orang-orang yang memiliki keturunan Bawean yang telah tinggal di Singapura ataupun juga di Malaysia sekarang ini sudah banyak yang mengerti mengenai model berpakaian. Mereka sudah sering pakai gaun dan mengenakan kebaya dengan berbagai model.

“Tapi saya ada ramai obek-obek (saudara dari orang tua) yang mengatakan, orang-orang Bawean zaman dahulu memakai kebaya dan juga sarung (khas Bawean),” tuturnya. Oleh sebab itu Kak Ros mengangkat kembali pakaian tradisional masyarakat Bawean.

Sumber: http://beritagresik.com/lifestyle/fashion/16/12/2017/cantiknya-kak-ros-pakai-kebaya-bawean-di-dacademy-asia.html